Selasa, 16 September 2008

Kemakmuran Yang Semu

jam 7:15 pagi ini ketika terbangun dari tidur, kulihat adik dan ibu ku sedang menonton televisi, di sertai komentar. Dengan mata yang masih mengantuk aku tertarik untuk ikut menonton juga berita yang ada di TV tersebut.

Berita tentang orang2 yang mati terinjak-injak hanya untuk memperebutkan uang senilai Rp30.000 dari seorang saudagar kaya yang hari itu ingin "berzakat" kepada kaum miskin,
siaran berita menyebutkan lebih kurang 50 orang mati terinjak-injak kebanyakan adalah kaum tua renta.Apakah ini yang dinamakan Zakat,infag, sodakoh, apakah ini yang di ajarkan oleh nabi dan para sahabatnya, kalau menurutku ini malah cenderung ke perbuatan Ria, dia mengumpulkan orang di suatu tempat, biar semua orang tau kalau dialah yang memberikan sumbangan ini, bukankah nabi mengajarkan bersedekahlah dengan tangan kanan mu tanpa sepengetahuan tangan kirimu, inilah ajaran yang diajarkan Rasullullah kepada kita tentang cara bersedekah.

Masya ALLAH Miris aku melihat apa yang terjadi di berita itu, di negri yang subur makmur seperti Indonesia ini orang2 mati memperebutkan sedekah. Mungkin benar sudah di cabut nikmat dari negri ini karena orang2-nya tidak pandai mensyukuri nikmat yang telah di berikan.

Semakin gregetan saja, ketika para koruptor2 pemakan uang rakyat itu hanya di vonis ringan oleh pengadilan, kalau wacana hukuman mati untuk para koruptor itu di setujui oleh DPR, aku sangat setuju sekali, kalau perlu bukan hanya para koruptornya saja, keluarganya di hukum mati sekalian, geram aku melihatnya.
Dengan kekuasaan yang di berikan kepada mereka, bukanya menjadi pemimpin yang amanah, mereka hanya sibuk memperkaya diri mereka sendiri tanpa memikirkan akibatnya bagi rakyat yang di pimpinnya. Apakah mereka tidak takut bahwa siksa ALLAH itu pedih, masyaALLAH.

Tidak ada komentar: